www.klubkicau.com

www.klubkicau.com
Home » » Cara mengatasi burung yang suka salto

Cara mengatasi burung yang suka salto


Jika orang awam melihat burung yang sedang berjumpalitan ataupun salto rasanya terlihat seperti terkagum karena burungnya bisa beratraksi. Akan tetapi lain halnya dengan para pecinta Burung kicau.

Kebiasaan burung yang suka berjumpalitan ataupun salto ini merupakan pemandangan yang menjengkelkan bagi sobat Burung kicau, bahkan banyak yang enggan untuk memelihara burung yang mempunyai kebiasaan buruk itu, karena di khawatir kan burung itu menularkan kebiasaan buruknya itu kepada burung yang lainnya.

Alasannya adalah burung yang salto itu dapat mengurangi nilai pada saat lomba burung berkicau, dan juga burung yang salto itu akan terlihat lebih sering beratraksi (salto) dari pada mengeluarkan suara kicauannya.

Adapun burung yang berkebiasaan salto ini di karenakan beberapa hal yaitu karena memang sudah menjadi kebiasaannya,bisa juga karena burung stres ataupun mentalnya down dan karena adanya penyakit ataupun kelainan. Dan biasanya burung yang sering berperilaku seperti ini adalah burung Pentet, Ciblek, Pleci, Kacer dan lain-lain.

Lalu bagaimana cara mengatasinya???

Mengatasi burung seperti ini bukanlah perkara yang mudah, mungkin sama halnya mengatasi pecandu rokok, jadi semua tergantung pada burung itu sendiri dan usaha dan kesabaran anda...

Cara yang bisa di lakukan adalah dengan membuat si burung jera, sehingga tidak akan melakukannya lagi. 

Berikut ada beberapa tips dan cara untuk mengatasi burung yang sering salto:

  • Dengan memasang tali pada sangkar burung secara horisontal, sehingga tidak ada ruang bagi burung untuk beratraksi salto. 
    1. Pasanglah tali di atas tangkringan sisi kanan dan kiri (sesuaikan dengan ruang gerak salto burung)
    2. Gunakanlah tali yang berbahan lentur seperti karet ban yang telah di potong, karet pentil dan lain-lain, hal ini agar si burung tidak sakit jika tersangkut tali.
    3. Atau lihat seperti gambar..

  • Memandikan burung dengan cara menyemprot dari sisi arah atas dengan menggunakan air es / air dingin.
  • Mandikan burung pada waktu malam hari, setelah itu bisa di angin-anginkan di luar selama 1-2 jam.
  • Kurangi Ef(extra fooding) nya.


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.